email : info@unizar.ac.id

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unizar dibekali Materi Pasar Modal Level I oleh Narasumber dari BEI Perwakilan NTB

UNIZAR.AC.ID, Mataram – Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) semester III (tiga) dan V (lima) mendapat materi kuliah umum yang sangat penting tentang Pasar Modal pada hari ini, Selasa (22/11). Hadir sebagai pembicara di Aula Abdurrahim Unizar adalah Executive Trainer dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Nusa Tenggara Barat, Arta Sasmita, dan perwakilan dari PT. Phintraco Sekuritas, Arini Pascadita. Sebagai informasi, Phintraco Sekuritas adalah Perusahaan Sekuritas, Anggota Bursa Efek Indonesia, yang menyediakan layanan jasa Broker-Dealer.

Hadir juga pada kesempatan yang baik tersebut adalah Kepala BEI Perwakilan NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, yang duduk bersebelahan dengan Pembina Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Galeri Investasi (GI) Unizar, Dr. H. Baehaqi, M.Pd., M.M.

Mengawali sambutannya, Dekan FE Unizar, Muhamad Sayuti, S.E., M.M., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini karena sempat terhenti semenjak pandemi covid-19.

“Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama FE Unizar, BEI perwakilan NTB, dan PT. Phintraco Sekuritas. Mudah-mudahan acara ini berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini juga pernah kami laksanakan di tahun 2017, pada saat awal-awal berdirinya KSPM GI Unizar. Namun, karena ada pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia, kegiatan-kegiatan semacam ini sempat berhenti. Mudah-mudahan dengan kondisi normal seperti sekarang ini, kegiatan seperti ini bisa berlanjut.”

Mr. Say, sapaan akrab Dekan FE Unizar, pun mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting sekali. Peserta yang mengikuti kegiatan Sekolah Pasar Modal ini bisa mendapat sertifikat. Sertifikat itu nantinya bisa sebagai pendamping ijazah, sehingga ketika mahasiswa lulus, selain menerima ijazah, mahasiswa juga bisa menerima Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Sebelum secara resmi membuka acara Sekolah Pasar Modal ini, tidak lupa juga Mr. Say menyinggung bahwa belum banyak Perguruan Tinggi di Nusa Tenggara Barat yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia. Oleh karenanya, mahasiswa FE Unizar patut bersyukur atas terjalinnya silaturahmi secara resmi antara Unizar dan BEI perwakilan NTB ini.

Memberi sambutan kedua, Dr. H. Baehaqi, M.Pd., M.M., mengharap ada integrasi GI Unizar, bukan hanya dengan BEI-NTB, tapi juga Pemda.

“Kita bersyukur karena dipercaya membuka Galeri Pasar Modal di Unizar. Saya ini pembina baru KSPM Galeri Investasi Unizar yang akan segera dilantik. Mudah-mudahan dengan adanya GI Unizar ini, kita tidak hanya terintegrasi dengan BEI-NTB, tapi kita akan coba mengintegrasikan juga dengan Pemerintah Daerah. Saya pengalaman di pemerintahan, di dalam peraturan menteri itu disebutkan daerah diperbolehkan membuat obligasi dalam rangka perencanaan daerah. Akan tetapi, sepengetahuan saya, dari Sabang sampai Merauke, belum ada yang pernah melakukan,” ujar mantan Kepala BAPPEDA Lombok Barat ini.

Beliau memberi wawasan juga tentang indikator kinerja daerah yang salah satunya terkait dengan PMA dan PMDN.

“Justru penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri menjadi salah satu indikator kinerja daerah yang diukur secara Nasional. Dan indikator ini tidak pernah tercapai. Sembilan tahun saya menangani APBD. Di BAPPEDA 9 tahun plus Sekda 3 tahun, jadi 12 tahun. Ini indikator yang tidak pernah tercapai. Tentu sekolah pasar modal ini merupakan peluang untuk kita semua belajar,” tutup pria kelahiran Kediri ini.

Kepala BEI Perwakilan NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, membuka sambutannya dengan pantun, “Musim mangga murah harganya, sekilo sepuluh ribu rupiah, selamat pagi Bapak/Ibu dan kawan semua, ayo semangat dan tepuk tangan yang meriah,” yang disambut dengan riuh tepuk tangan dan teriakan para peserta.

Dalam pemaparannya, Gusti Bagus menyebutkan bahwa jumlah investor pasar modal di NTB saat ini sudah mencapai 80.000 orang. Beliau pun membuka diri untuk mensinergikan program-program antara Unizar dan BEI – NTB, sehingga dihasilkan kolaborasi yang saling bermanfaat. Ditegaskan kembali bahwa ada beberapa program kampus yang sudah menjadi mandatori aturan dari DIKTI, terkait dengan SKPI dan kurikulum MBKM.

Sertifikat yang bisa dipakai dan dilampirkan ketika lulus, salah satunya adalah keikutsertaan dari program sekolah pasar modal ini. Program lain yang ditawarkan adalah sertifikasi keahlian. Ada sertifikasi profesi dan sertifikasi kompetensi. Selain itu, ada juga lembaga yang bernaung di bawah BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), yang bisa bermitra dengan pihak kampus. Nanti kampus bisa menyelenggarakan sertifikasinya.

Terkait MBKM, Gusti Bagus memaparkan program yang ada di BEI – NTB.

“Format MBKM di masing-masing kampus berbeda-beda. Salah satunya magang. Kami terbuka untuk mahasiswa yang ingin magang di kantor kami. Kami juga punya program Sinergi untuk KKN. Kami juga support ini, mendampingi adek-adek mahasiswa yang KKN,” urainya.

Keseluruhan acara Sekolah Pasar Modal Level I ini berlangsung dengan lancar, dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan para dosen FE Unizar. (Adi Prayuda/Humas)