13
APR
2015

Dokter Muda Harus Tahan Banting

Mataram Senin 13 April 2015 – Sebanyak tujuh orang dokter muda fakultas kedokteran Universitas Islam Al Azhar (Unizar) Mataram diambil sumpahnya. Prosesi ini berlangsung di Auditorium Abdurahim Unizar Mataram oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unizar dr H Fanani Sp Rad.

“Kami berharap dokter yang diambil sumpahnya bisa mengaplikasinya ilmunya di masyarakat “, Kata Fanani.

Kemarin, Auditorium dipadati para dokter muda beserta orang tua dan kerabat dekat mereka. Rasa syukur dipanjatkan atas kelulusan dokter muda baru. Pasca dilantik dan disumpah, mereka selanjutnya resmi mendapatkan gelar dokter (dr,Red).

Dalam pelantikan , tujuh orang dokter muda baru ini memiliki indeks prestasi cukup tinggi. Sehingga mereka bisa lulus pada uji kompetensi dan menyandang gelar dr. Para dokter muda tersebut sudah menyelesaikan perkuliahan di jurusan Kedokteran Fakultas Unizar Mataram. Setelah itu, mereka kembali mengikuti KOAS kurang lebih dua bulan.

Pelantikan merupakan acara penting dalam pengukuhan gelar dokter yang mereka dapatkan setelah menempuh kuliah. Acara diisi dengan pengucapan lafal sumpah dokter oleh dekan, rohaniawan , dan dokter muda baru.

Acara juga dilengkapi dengan penyerahan ijazah dan penyematan tanda alumni kepada para dokter muda baru. Serta penyerahan mereka secara simbolis kepada Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang NTB dr I KOmang Gerudug dengan maksud para dokter muda baru ini meninggalkan almamaternya agar selalu mendapatkan bimbingan dan pengawasan yang baik dari IDI.

Dekan berharap para dokter lulusan Unizar dapat berperan secara aktif dan menjadi panutan bagi dokter yang lainnya. Tidak boleh ada dalam kamus para dokter yang lahir dari Unizar untuk mengeluh akan keterbatasan. Jangan pernah ada dalam benak mereka untuk menyerah dengan situasi yang ada.

“Para dokter harus mampu memberikan yang terbaik dalam kondisi apapun bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Dosen Unizar Mataram dr H Suci Nirmala mengatakan, untuk menjadi dokter muda harus sarjana minimal empat tahun . Masing-masing mahasiswa biasanya lama wisuda tidak sama. Tergantung dari kemampuannya.

setelah diwisuda, lanjut wanita berjilbab ini , baru mereka melakukan KOAS selama kurang lebih dua bulan. Mereka belajar dirumah sakit atau puskesmas sesuai dengan penyakit yang ditanganin. Misalnya untuk forensic di Bali, kejiwaan di RSJP NTB.

kata Suci, untuk membuktikan apa yang didapat di lapangan maka mereka harus uji kompetensi (UK) meliputi teori dan praktik. “UK ini soalnya langsung dari pusat,” ujar perempuan asal Karang Taliwang, Mataram ini.

Dijelaskan, ujian teori dilaksanakan secara online. Sedangkan ujian praktik atau keterampilan diuji tim dari pusat. Mereka dating ke sini untik melihat sejauh mana kemampuan calon dokter muda.

Ditambahkan, uji kompetisi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Pelantikan sumpah dokter merupakan periode VIII yang dilakukan Unizar. Terkait izin praktik kata Suci, mereka harus magang dulu satu tahun, baru setelah itu bisa diberikan Surat Tanda Registrasi (STR).

“Sudah banyak dokter baru Unizar yang terserap dunia kerja. Bahkan mereka di daerah terpencil,” tukasnya. (Sumber: Lombok Post)

Sumpah Dokter UNIZAR, Sabtu 11 April 2015

Sumpah Dokter UNIZAR, Sabtu 11 April 2015

 

Sumpah Dokter UNIZAR, Sabtu 11 April 2015

Sumpah Dokter UNIZAR, Sabtu 11 April 2015

 

Sumpah Dokter UNIZAR, Sabtu 11 April 2015

Sumpah Dokter UNIZAR, Sabtu 11 April 2015

 

Sumpah Dokter UNIZAR, Sabtu 11 April 2015

Sumpah Dokter UNIZAR, Sabtu 11 April 2015

 

 

 

Leave a Reply

*

captcha *

*