19
MAR
2015

Kebijakan Dan Strategi Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba

Pada hari ke-3 Pembekakalan KKN Universitas Islam Al-Azhar, Rabu 25 Februari 2015, materi Pembekalan Sesi I dilakukan oleh Ibu Anggraini Ninik M,SH.MH, Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB.

Dalam paparan tersebut, Ibu Anggraini Ninik M,SH.MH memaparkan ganbaran umum Hasil Penelitian BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian UI periode 2011 menunjukkan, yaitu:

  1. Angka prevalensi penyalahguna narkoba sebesar 2,2 % dari total populasi penduduk (usia 10-60 tahun) atau setara dengan 3,8 – 4,2 juta orang, Angka tersebut dibawah proyeksi angka prevalensi internasional sebesar 2,32 %
  2. Angka Prevalensi lahgun pada tahun 2015 akan mencapai 2,8 % atau setara dengan 5,1 juta orang apabila tidak dilakukan upaya kuat dari semua pihak untuk memerangi narkoba di tanah air.
  3. Hasil survei tahun 2012, prevalensi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba pada kelompok pekerja sebesar 4,7 % dengan perbandingan 5,4 % laki-laki dan 3,6 % perempuan.
  4. Angka kematian (Mortality) akibat penyalahgunaan Narkoba tercatat sekitar 50 orang setiap hari.
  5. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba pada tahun 2012 di Indonesia mencapai lebih kurang Rp. 55 triliun terdiri dari biaya ekonomi dan sosial al: biaya pembelian Narkoba, biaya terapi, biaya rehabilitasi, biaya produktifitas yang hilang dll.
  6. Pada tingkat dunia, perkiraan nilai uang peredaran gelap narkoba menduduki peringkat pertama dari seluruh jumlah uang yang beredar yakni sebesar 399 miliar dollar AS. Jumlah terbut merupakan 80 % dari jumlah keseluruhan uang yang beredar di dunia.

Bahwa Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015 bukan berarti Nol, tetapi bisa menahan laju dan tidak naik dari angka prevalensi 2,2 %.

Masih dalam paparan tersebut, Ibu Anggraini Ninik M,SH.MH memaparkan kebijakan nasional tentang narkoba. Terdapat visi, misi, tujuan dan sasaran, yaitu:

  • Visi: Bersama Mewujudkan “Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015”.
  • Misi: Melakukan P4GN secara komprehensif dan sinergis.
  • Tujuan: Terwujudnya “Indonesia Bebas Narkoba Tahun 2015”.
  • Sasaran: Meningkatnya jumlah masyarakat yang imun, Menurunnya angka prevalensi penyalahguna narkoba di bawah 2,8 % dari jumlah penduduk Indonesia, dan Meningkatnya pengungkapan jaringan peredaran gelap narkoba pada akhir Tahun 2015.

(Sumber: Anggraini Ninik M,SH.MH, Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB)

 

Kebijakan Dan Strategi  Dalam  Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba

Kebijakan Dan Strategi Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba

 

Kebijakan Dan Strategi  Dalam  Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba

Kebijakan Dan Strategi Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba

Leave a Reply

*

captcha *

*