email : mail@unizar.ac.id

Ketua BEM FH UNIZAR 2025–2026: Baiq Ayu Cahya Nadila, Suara Perempuan untuk Keadilan dan Kolaborasi

Baiq Ayu Cahya Nadila, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2025–2026

UNIZAR NEWS, Mataram – Sosok Baiq Ayu Cahya Nadila kini menjadi sorotan baru di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) setelah terpilih sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk periode 2025–2026. Mahasiswi kelahiran Bali, 14 Januari 2003, yang kini tinggal di Praya, Lombok Tengah ini membawa semangat baru dalam memaknai kepemimpinan perempuan, advokasi hukum, dan kolaborasi organisasi.

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, putri dari pasangan Lalu Supardi dan Sriani ini dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia mengaku tidak memiliki hobi yang spesifik, tetapi ia selalu tertarik untuk mencoba hal-hal baru dan memperluas pengetahuan melalui interaksi sosial.

“Saya paling suka dan penasaran dengan hal-hal baru, suka belajar, dan berdiskusi dengan orang-orang di sekitar saya,” ujarnya saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp pada Senin (14/7/25).

Bagi Baiq Ayu, menjadi pemimpin bukan sekadar jabatan, tetapi bentuk perjuangan dan pembuktian diri.

“Saya memaknai kepemimpinan perempuan sebagai bentuk perjuangan dan pembuktian bahwa perempuan juga memiliki kapasitas, integritas, serta visi yang kuat untuk memimpin,” tegasnya.

Di lingkungan kampus hukum yang masih cenderung didominasi oleh laki-laki, Ayu melihat kesempatan ini sebagai jalan untuk memperjuangkan kesetaraan dan menginspirasi mahasiswi lain.

“Peran strategis tidak ditentukan oleh gender, tetapi oleh kemampuan, komitmen, dan keberanian mengambil tanggung jawab,” tambahnya dengan penuh semangat.

Mengusung semangat advokasi hukum, Baiq Ayu memiliki pendekatan yang konkret dan menyentuh akar persoalan. Ia menekankan pentingnya mengenali dan mengikuti isu-isu hukum yang berkembang di NTB sebagai langkah awal. BEM di bawah kepemimpinannya akan aktif mengadakan diskusi publik, seminar, dan kampanye edukatif di media sosial.

Lebih dari itu, ia berencana membentuk tim advokasi mahasiswa yang akan terlibat langsung dalam pendampingan masyarakat. Tak hanya itu, program pelatihan advokasi, klinik hukum, dan konsultasi hukum gratis juga masuk dalam agendanya.

“Mahasiswa hukum harus diberi ruang untuk mengaktualisasikan ilmu mereka, salah satunya melalui kegiatan seperti debat hukum, simulasi persidangan, hingga pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya fokus ke dalam, Baiq Ayu juga menyadari pentingnya membangun relasi eksternal. Ia menyusun strategi komunikasi terbuka melalui forum bersama dan grup digital yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa, baik internal maupun eksternal UNIZAR. Program kolaboratif seperti aksi sosial dan advokasi isu strategis dirancang untuk memperkuat solidaritas mahasiswa lintas organisasi.

“Dengan prinsip saling menghargai dan transparansi, sinergi ini diharapkan memperbesar dampak gerakan mahasiswa,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Baiq Ayu menyampaikan pesan penuh semangat untuk mahasiswi Fakultas Hukum UNIZAR.

 “Jangan pernah ragu untuk bermimpi dan mengambil peran penting. Mahasiswi harus percaya diri, berani bersuara, dan aktif berkontribusi. Dunia hukum dan organisasi membutuhkan perspektif dan energi perempuan,” katanya.

“Jadilah generasi yang kritis, berintegritas, dan siap membawa perubahan positif, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas,” pungkasnya.

Dengan visi yang kuat dan langkah-langkah nyata yang ia rancang, Baiq Ayu Cahya Nadila bukan hanya menjadi simbol kepemimpinan perempuan di kampus, tetapi juga inspirasi bagi gerakan mahasiswa hukum yang lebih inklusif, progresif, dan berdampak. (Asmadi/Humas)