email : mail@unizar.ac.id

Transformasi Limbah Jadi Berkah: Pelatihan Kosabangsa 2025 Dorong Warga Sambik Elen Tingkatkan Pendapatan dan Pertanian Berkelanjutan

Tim Pelaksana UNIZAR bersama Tim Pendamping UB serta masyarakat.

UNIZAR NEWS – Program Kosabangsa 2025 menghadirkan angin segar bagi warga Desa Sambik Elen, Lombok Utara. Melalui kolaborasi antara Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) dan Universitas Brawijaya (UB), masyarakat setempat mendapat pelatihan mengolah limbah kotoran sapi dan komoditas porang menjadi produk bernilai ekonomi. Upaya ini tak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru serta memperkuat praktik pertanian berkelanjutan di wilayah lahan kering.

Inisiatif ini menjadi bukti kontribusi nyata dari kampus Islam modern di jantung Kota Mataram yang terus bertransformasi menuju mutu unggul. Selama bertahun-tahun, warga belum mampu memanfaatkan limbah ternak sebagai pupuk organik, sementara porang hanya dijual dalam kondisi mentah. Padahal, keduanya memiliki potensi ekonomi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan bertajuk “Penerapan Teknologi dan Inovasi Kotoran Hewan sebagai Pupuk Organik bagi Budidaya dan Diversifikasi Porang” ini digelar oleh tim pelaksana UNIZAR: Ir. Hj. Syuhriatin, M.Si, Dr. Slamet Mardiyanto Rahayu, S.Si, M.Si, dan M. Ali Azis Hasan Rizki, S.Pd, M.Sc. Mereka didampingi oleh tim ahli dari UB, termasuk Prof. Dr. Ir. Setyono Yudo Tyasmoro, MS, Prof. Ir Aji Sutrisno, M.Sc, Ph.D, dan Dr. Panji Deoranto, S.TP, MP.

Dalam rilis pers yang diterima pada hari Senin (17/11/25), Syuhriatin menjelaskan bahwa selama ini limbah sapi di Kelompok Ternak Bina Karya terbengkalai, padahal bila diolah dengan tepat dapat menjadi pupuk bernilai jual tinggi. Hal serupa terjadi pada Kelompok Tani Ganda Suli Bakong, yang sebenarnya bisa mengolah porang menjadi chips untuk meningkatkan harga jual. Kehadiran UNIZAR dan UB membawa harapan baru lewat pendampingan berbasis riset dan teknologi.

Baca juga: Hibah Kosabangsa: Mengangkat Kesejahteraan Desa Gelangsar melalui Teknologi dan Pelatihan

Dibiayai oleh Kemendiktisaintek, Kosabangsa 2025 menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk mengimplementasikan inovasi demi kebermanfaatan publik. Setyono dari UB menegaskan bahwa Kosabangsa adalah model kolaborasi yang mempertemukan kampus, pemerintah desa, dan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan yang inklusif.

Dalam sesi pelatihan, warga diajarkan mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik, mulai dari menyiapkan bahan baku, mencampurkan mikroorganisme, memfermentasi, mengayak, hingga mengemas produk. Untuk porang, pelatihan mencakup proses pembersihan, perajangan, penjemuran, dan pengemasan chips. Tak berhenti di produksi, tim juga mengajarkan strategi pemasaran supaya produk unggulan desa ini mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.

Dampaknya segera terasa. Kelompok Ternak Bina Karya dan Kelompok Tani Ganda Suli Bakong menyampaikan apresiasi atas ilmu praktis yang diberikan. Ketua kelompok ternak, Siardi, menuturkan bahwa warga kini memahami bagaimana limbah yang selama ini dibiarkan begitu saja bisa berubah menjadi sumber pendapatan baru. Kepala Desa Sambik Elen, M. Katur, juga menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan berintegritas dan berdaya saing global, UNIZAR menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan sinergi Kosabangsa 2025. UNIZAR dan UB berharap pendampingan ini menjadi titik awal kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat praktik pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Program ini menunjukkan bahwa ketika perguruan tinggi turun tangan dengan pendekatan yang tepat, potensi desa dapat tumbuh, pendapatan warga meningkat, dan kesejahteraan bisa dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.