email : mail@unizar.ac.id

Bersama LLDikti VIII, UNIZAR Gelar Workshop Implementasi RPL untuk Perkuat Mutu Akademik dan Transformasi Pendidikan

Suasana kegiatan Workshop Implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), di Aula Abdurrahim UNIZAR, pada Selasa (02/12/25)

UNIZAR NEWS, Mataram — Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) terus memperkuat langkah menuju akreditasi unggul. Salah satunya melalui penyelenggaraan Workshop Implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 1–2 Desember 2025, di Aula Abdurrahim UNIZAR.

Kegiatan yang digagas oleh Biro Akademik UNIZAR ini diikuti oleh seluruh Fakultas di lingkungan UNIZAR, mulai dari Dekan, Wakil Dekan I, Ketua Program Studi, hingga operator akademik. Workshop ini menjadi forum penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat tata kelola pelaksanaan RPL di UNIZAR sebagai syarat menuju kampus unggul dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada hari pertama, diskusi dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I UNIZAR, Dr. Sri Karyati, SH., MH, dengan Kepala Biro Akademik UNIZAR, Rosalina Edy Handayani Swandayani, S.Si., M.Si, bertindak sebagai moderator.

Diskusi ini menggali berbagai isu teknis terkait implementasi RPL, mulai dari penetapan pengalaman yang dapat diakui, konversi capaian pembelajaran, hingga penerimaan mahasiswa berlatar pengalaman profesional.

Sejumlah tokoh kampus turut hadir, di antaranya: Ketua Senat Akademik UNIZAR, Dr. Drs. H. Sahar, SH., MM, Wakil Rektor II, Ir. Restusari Evayanti, ST., M.Eng., IPM, Wakil Rektor III, Dr. Fathurrahman, SE., M.Ak, Kepala BPM, dr. Velia Maya Samodra beserta jajaran pejabat struktural lainnya.

Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif, hari kedua menghadirkan dua narasumber kompeten dari Bali: Dr. Anak Agung Gde Ekayana, S.Pd., M.Pd (Ketua Unit Pengelola RPL) dan Anak Agung Sagung Tresna Jayanti, SH., MH (Tim Pembelajaran dan Kemahasiswaan Sumber Daya LLDikti Wilayah VIII).

Keduanya memaparkan prinsip, tahapan, serta mekanisme verifikasi RPL yang harus diterapkan sesuai regulasi terbaru.

Dalam sambutannya, Dr. Drs. H. Sahar, SH., MM. menegaskan bahwa RPL merupakan instrumen penting bagi UNIZAR untuk mencapai predikat unggul dan memberikan layanan pendidikan yang lebih inklusif.

Foto bersama para Pimpinan UNIZAR, kedua Narasumber dan peserta pada pembukaan acara Workshop Implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), di Aula Abdurrahim UNIZAR, pada Selasa (02/12/25)

Beliau menyampaikan: “Kita memahami bahwa acara ini sangat penting dan bermakna bagi Universitas Islam Al-Azhar. Untuk itu, saya berharap kita semua dapat memperhatikan dengan saksama pemaparan dari narasumber mengenai bagaimana kita akan melaksanakan RPL ini. Sebab, RPL merupakan sebuah keharusan yang harus ada jika kita ingin menuju unggul. Kalau dulu sifatnya opsional, sekarang menjadi wajib.”

Beliau juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam verifikasi dokumen dan pengalaman mahasiswa agar UNIZAR tidak menghadapi persoalan di kemudian hari. Ia mencontohkan bahwa mahasiswa dengan pengalaman kerja seperti kepala bagian atau kepala subbagian dapat memperoleh pengakuan mata kuliah tertentu melalui RPL, sehingga masa studi bisa lebih cepat, minimal dua tahun.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya memperhatikan aspek legalitas terutama bagi calon mahasiswa yang pernah berhenti kuliah selama beberapa tahun. Selama terdapat bukti valid yang dapat dipertanggungjawabkan, RPL memberi ruang bagi mereka untuk kembali melanjutkan pendidikan.

“Kita harus benar-benar memastikan semuanya jelas agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Jangan sampai nama baik kampus tercoreng. Karena itu, saya berharap peserta menanyakan secara detail kepada narasumber kita yang sudah datang jauh-jauh dari Bali,” ujarnya.

Sambutan tersebut sekaligus menandai resminya pembukaan Workshop Implementasi RPL menuju Universitas Islam Al-Azhar Unggul.

Melalui workshop ini, UNIZAR menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola akademik dan memberikan akses pendidikan lebih luas kepada masyarakat melalui pengakuan pengalaman kerja, pelatihan, dan kompetensi yang telah dimiliki calon mahasiswa.

Kegiatan dua hari ini tidak hanya memperdalam pemahaman teknis, tetapi juga membuka ruang dialog bagi seluruh fakultas untuk merancang implementasi RPL yang akuntabel, berkualitas, dan sesuai standar nasional pendidikan tinggi.

Dengan pelaksanaan workshop ini, UNIZAR semakin mantap melangkah menuju status universitas unggul yang adaptif, berkualitas, dan berdaya saing.