email : mail@unizar.ac.id

Mahasiswi Akuntansi UNIZAR Raih The Best Presenter di WiNCo Ke-6, Angkat Isu Ketahanan Pangan dan Kesehatan Ibu-Anak

Baiq Mela Hilma Yunita, mahasiswi Semester III Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIZAR

UNIZAR NEWS, Mataram — Prestasi gemilang kembali diraih mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR). Baiq Mela Hilma Yunita, mahasiswi Semester III Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIZAR, berhasil menyabet gelar The Best Presenter pada ajang bergengsi Wijayakusuma National Conference (WiNCo) Ke-6. Prestasi ini semakin mempertegas posisi UNIZAR sebagai kampus yang konsisten mengembangkan pendidikan berbasis nilai, karakter, dan inovasi.

Lahir di Muncan pada 15 Mei 2005, Baiq Mela merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Lalu Mahyudin dan Hikmawati. Tinggal di Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, ia tumbuh dengan semangat akademik yang kuat dan ambisi untuk membawa perubahan, terutama pada isu-isu penting yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan.

Dalam wawancara bersama Staf Humas dan Publikasi UNIZAR pada Selasa (9/12/25), Baiq Mela mengungkapkan bahwa persiapannya menuju WiNCo Ke-6 melibatkan proses belajar intensif, terutama dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada dosen pengampu mata kuliah Perekonomian Indonesia, Dr. Herie Saksono, serta asisten dosen, Karina Juniarti Utami, S.Ak.

“Mereka mengajarkan cara penulisan KTI yang baik, terstruktur, serta terarah. Tanpa bimbingan itu, saya mungkin tidak bisa menulis KTI dengan baik hingga akhirnya meraih Best Presenter,” ungkapnya.

Proses penyusunan KTI dimulai dari pencarian topik yang relevan dan unik, mengumpulkan data, menganalisisnya, hingga berlatih presentasi. Menurutnya, latihan memahami struktur setiap slide dan membangun mental percaya diri adalah kunci utama penampilan maksimal di depan dewan juri.

Baiq Mela mengakui bahwa tantangan terbesar selama proses riset adalah keterbatasan waktu dan ketersediaan data. Sebagai mahasiswa, ia harus menyeimbangkan waktu antara kuliah dan riset.

“Tantangan itu kami atasi dengan membuat jadwal yang ketat dan pembagian tugas yang jelas,” ujarnya.

Pendekatan disiplin ini membuatnya mampu menyelesaikan riset tepat waktu sekaligus memberikan presentasi yang solid dalam forum nasional tersebut.

Dalam konferensi tersebut, Baiq Mela mengusung gagasan bertema “Mengurai Paradoks Gizi dalam Aksi Pentahelix Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan untuk Kesehatan Ibu dan Anak.”

Sertifikat Best Presentation, Baiq Mela Hilma Yunita, mahasiswi Semester III Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIZAR

Menurutnya, isu ini sangat penting dikaji karena prevalensi stunting di Nusa Tenggara Barat masih tergolong tinggi.

“Saya ingin menjadi bagian dari agen perubahan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan. Ketahanan pangan dan kesehatan ibu-anak harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Pendekatan pentahelix—kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, dunia usaha, dan media—menjadi landasan penting yang ia tawarkan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Salah satu pengalaman paling berharga bagi Baiq Mela adalah keberaniannya bersaing dengan peserta dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari mahasiswa tingkat akhir hingga jenjang S2.

“Sempat ada rasa minder, tapi kompetisi ini mengajarkan bahwa yang terpenting adalah kualitas ide, keseriusan riset, dan kemampuan komunikasi,” ungkapnya.

Pengalaman ini membuatnya semakin percaya diri dan menyadari bahwa kesempatan untuk bersinar tidak ditentukan oleh usia atau semester, melainkan oleh kesungguhan berproses.

Prestasi sebagai Best Presenter bukanlah garis akhir bagi Baiq Mela. Ia memiliki target besar ke depan.

“Semoga paper ini bisa terpublikasi di jurnal nasional terakreditasi atau bahkan jurnal internasional. Saya juga ingin mengikuti lomba-lomba skala nasional berikutnya sambil tetap menjaga performa akademik di kelas,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa peran UNIZAR, khususnya Prodi Akuntansi FEB, sangat signifikan dalam perjalanan akademiknya.

“Dosen pembimbing di prodi adalah mentor yang luar biasa. Beliau tidak hanya mengajar, tetapi juga mendorong kami untuk berpikir kritis dan selalu berinovasi.”

Prestasi Baiq Mela di ajang WiNCo Ke-6 menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNIZAR untuk terus berkarya dan membuktikan diri di tingkat nasional. Dengan dukungan kampus yang berorientasi pada nilai dan inovasi, mahasiswa semakin terdorong untuk menjadi generasi unggul yang membawa perubahan positif bagi daerah dan bangsa.