UNIZAR NEWS, Mataram — Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 17–19 Desember 2025, bertempat di Aula Abdurrahim Universitas Islam Al-Azhar. Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting bagi seluruh unsur pimpinan universitas untuk menyatukan visi, mengevaluasi kinerja, serta merumuskan langkah perbaikan dan pengembangan ke depan.
Rapat Tinjauan Manajemen ini diikuti oleh unsur Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar, Ketua Senat Akademik UNIZAR, Rektor UNIZAR, para Wakil Rektor I, II, III, dan IV, Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) beserta jajarannya, serta seluruh Kepala Biro di lingkungan Universitas Islam Al-Azhar, dan pejabat struktural lainnya. Hadir pula Bendahara Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar yang turut memberikan dukungan terhadap arah kebijakan universitas.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Penjaminan Mutu UNIZAR, dr. Velia Maya Samodra, menekankan pentingnya kebersamaan dan kesatuan suara di tingkat pimpinan universitas. Ia menyampaikan bahwa setelah Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) ini berakhir, forum diskusi tetap akan disiapkan sebagai ruang komunikasi terbuka antar pimpinan.
“Harapan saya, kita selalu satu suara sebagai pimpinan universitas. Tujuan kita adalah pembinaan umum. Pembinaan ini tidak mungkin tercapai jika dikerjakan sendiri, tidak hanya oleh BPM, tidak hanya oleh Wakil Rektor, dan tidak hanya oleh satu unit tertentu. Kita semua harus bergerak bersama, dengan hati yang bersih, di bawah arahan pimpinan universitas Rektor,” ujarnya.
Velia mengakui bahwa perbedaan pandangan terkait standar, data, mekanisme, maupun prioritas adalah hal yang wajar. Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut harus diselesaikan secara terbuka di forum resmi agar tidak menimbulkan perbedaan tafsir yang dapat membingungkan sivitas akademika di tingkat fakultas maupun tenaga kependidikan.
“Oleh karena itu, dalam forum ini jika ada perbedaan pendapat, silakan disampaikan dan diselesaikan di sini. Tujuannya agar kita selalu satu suara dan satu bahasa,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Velia menyampaikan tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui RTM dan Rapat Kerja Tahunan ini. Pertama, terciptanya pemahaman yang sama terkait instrumen mutu dan target universitas yang harus diproyeksikan secara menyeluruh dan jangka panjang, dengan harapan UNIZAR dapat meraih akreditasi unggul di masa mendatang. Kedua, adanya keseragaman dalam membaca dan memaknai data, sehingga data yang digunakan tidak sekadar bersifat administratif, tetapi konsisten dan relevan untuk pengambilan keputusan strategis. Ketiga, terbangunnya pola pengelolaan bidang pendukung yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, dr. Velia juga menyinggung pentingnya ketegasan dalam kepemimpinan, dengan mencontohkan sosok Ignasius Jonan yang berhasil mentransformasi PT Kereta Api Indonesia. Menurutnya, perubahan besar membutuhkan keberanian, konsistensi, serta keseimbangan antara ketegasan dan nilai kemanusiaan.
“Ketegasan itu diperlukan, tentu tanpa meninggalkan prinsip kemanusiaan. Jika perlu berdebat, silakan dilakukan secara sopan dan profesional. Jangan membawa persoalan ke luar forum atau berlarut-larut,” pesannya.
Ia berharap, setelah forum ini selesai, tidak ada lagi perbedaan pesan atau arahan antar pimpinan. Seluruh keputusan harus menjadi kesepakatan bersama yang mengacu pada arahan Rektor dan pimpinan universitas, sehingga pelaksanaan rencana kerja dapat berjalan efektif tanpa hambatan.
Sementara itu, Rektor UNIZAR, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rapat Tinjauan Manajemen Tahun 2025 merupakan forum yang sangat penting dalam proses evaluasi dan perencanaan universitas. Menurutnya, tahapan ini telah diawali dengan kegiatan audit yang menjadi dasar untuk melihat kondisi riil institusi.
“Dari hasil audit dan evaluasi yang disampaikan, kita akan mengetahui apa saja kelemahan yang kita miliki, apa yang perlu diperbaiki, serta aspek-aspek yang harus kita tingkatkan atau kembangkan ke depan. Forum ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk melihat kebutuhan ke depan dan mengidentifikasi kekurangan sepanjang tahun 2025,” jelas Rektor.
Rektor menambahkan bahwa hasil evaluasi tersebut akan menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan di tahun-tahun mendatang. Ia mengajak seluruh pimpinan dan unit kerja untuk berdiskusi secara terbuka dalam merumuskan solusi dan strategi terbaik demi kemajuan kampus.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa universitas akan memfokuskan pengembangan pada program-program yang memiliki keunggulan dan peluang besar untuk berkembang, tanpa mengesampingkan program studi lainnya. Strategi ini diharapkan mampu mendorong UNIZAR menjadi perguruan tinggi swasta yang unggul, baik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
“Alhamdulillah, melalui berbagai kegiatan yang telah kita lakukan, universitas ini sudah cukup dikenal. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita memanfaatkan peluang tersebut secara bersama-sama dan menjadikannya sebagai modal penguatan institusi ke depan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Rektor berharap melalui Rapat Tinjauan Manajemen Tahun 2025 ini, UNIZAR dapat menghasilkan gagasan-gagasan strategis serta melakukan koreksi terhadap langkah-langkah yang telah ditempuh, demi perbaikan dan kemajuan universitas di masa depan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Tinjauan Manajemen Tahun 2025 dengan ini saya nyatakan resmi dibuka,” pungkasnya.