UNIZAR NEWS, Mataram — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) pada ajang Kejuaraan Pencak Silat se–Nusa Tenggara Barat Mandalika Championship 2025. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Mataram, bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Mataram serta Panitia Mandalika Championship, ini berlangsung pada 14–17 Desember 2025 di Gedung Pedepokan Silat GOR 17 Desember, Mataram.
Dalam kejuaraan tersebut, mahasiswa UNIZAR berhasil meraih medali emas dan sejumlah medali perunggu di berbagai kategori prestasi, menunjukkan konsistensi UNIZAR dalam melahirkan mahasiswa berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga.
Prestasi tertinggi diraih oleh Baiq Hairunnisa, mahasiswi Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Teknik UNIZAR semester tiga, yang berhasil menyabet medali emas pada Kategori Prestasi Kelas E Putri.
Bagi Baiq Hairunnisa, medali emas tersebut memiliki makna yang sangat mendalam.
“Bagi saya, medali emas yang saya dapat sangat berarti. Ini bukan soal juara, tetapi bukti dari proses panjang, latihan yang tidak mudah, dan usaha yang selama ini saya jalani,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa selama persiapan, dirinya rutin menjalani latihan fisik dan teknik, meskipun kerap diliputi rasa lelah. Selain itu, ia juga fokus melatih mental agar tetap tenang dan percaya diri saat berada di arena pertandingan.
“Pelatih saya selalu mengingatkan agar saya yakin dengan kemampuan sendiri,” tambahnya.
Momen paling menentukan bagi Baiq Hairunnisa adalah kemampuannya mengontrol emosi saat pertandingan berjalan ketat. Dengan tetap fokus menjalankan strategi yang telah dilatih, ia mampu menguasai pertandingan hingga akhirnya meraih kemenangan dan membawa pulang medali emas.
Dukungan dari UNIZAR, pelatih, dan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Ke depan, ia menargetkan peningkatan prestasi ke level yang lebih tinggi, sembari tetap fokus menyelesaikan pendidikan agar prestasi akademik dan olahraga berjalan seimbang.
Sementara itu, Vika Afriana, mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNIZAR semester lima, berhasil meraih medali perunggu pada Kategori Prestasi Kelas A Putri.
Meski bersyukur atas raihan tersebut, Vika mengaku masih menyimpan rasa kecewa karena menargetkan juara pertama. Ia mengungkapkan bahwa persiapan latihan yang relatif singkat dan tidak terstruktur menjadi salah satu kendala utama.
Tantangan terberat yang ia hadapi adalah berhadapan dengan atlet binaan PPLP yang memiliki porsi latihan lebih matang. Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan penuh dari UNIZAR dan berharap ke depan dapat memberikan hasil terbaik bagi kampus. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi dan persiapan mental serta fisik yang lebih serius untuk kejuaraan selanjutnya.
Medali perunggu juga diraih oleh Ahmad Hidayatullah, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UNIZAR semester lima, pada Kategori Prestasi Kelas C Dewasa Putra.
Ahmad mengaku merasa senang dan bangga meski belum memperoleh hasil maksimal. Persiapan fisik, mental, dan teknik menjadi fokus utamanya, sementara tantangan terberat adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap prima dan terhindar dari cedera.
Ia berharap UKM Pencak Silat UNIZAR dapat terus berkembang dan semakin dikenal luas melalui prestasi-prestasi yang diraih mahasiswa.
Perunggu lainnya diraih oleh Muh. Maezantara Artana, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UNIZAR semester sembilan, pada Kategori Prestasi Kelas B Putra.
Ia mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukannya cukup menantang, termasuk menjalani diet ketat untuk demonstrate penurunan berat badan dari 52 kilogram ke 46–47 kilogram dalam waktu satu minggu, disertai latihan rutin.
Menurutnya, tantangan terbesar adalah mengatasi rasa gugup saat berada di gelanggang. Namun, dukungan tim dan suasana positif menjadi kunci keberhasilannya. Ia berharap UKM Silat UNIZAR terus berkembang dan mampu membawa pulang medali emas pada kejuaraan mendatang.
I Putu Wira Janardana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNIZAR semester tujuh, turut menyumbangkan medali perunggu pada Kategori Prestasi Kelas F Putra.
Ia menyampaikan rasa syukur dan bangga meskipun persiapan latihan dilakukan secara terbatas karena padatnya aktivitas perkuliahan. Tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi performa dan mental di tengah tekanan pertandingan serta pengaturan waktu antara akademik dan olahraga.
Ke depan, ia berharap dapat kembali berprestasi di level nasional hingga internasional serta menjadikan pencapaian ini sebagai motivasi bagi atlet pencak silat UNIZAR lainnya.
Medali perak sendiri diraih oleh M. Raga Al Abtad, mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Teknik UNIZAR semester lima, pada Kategori Prestasi Kelas E Dewasa.
Dengan persiapan yang hanya berlangsung sekitar dua minggu, Raga mengaku fokus pada strategi bertanding dan penguatan mental. Tantangan terberat datang dari atlet-atlet binaan pelatih ternama yang turun di kejuaraan tersebut. Namun, dukungan kampus menjadi sumber semangat utama baginya.
Ia berharap UNIZAR terus menorehkan prestasi, tidak hanya di bidang pencak silat, tetapi juga di berbagai cabang kompetisi lainnya.