email : mail@unizar.ac.id

Kesuksesan Alumni UNIZAR dalam Budidaya Buah-buahan: Memanfaatkan Lahan Kosong Menjadi Peluang Bisnis

Foto I Wayan Agus Suardana, S.P., alumni Fakultas Pertanian Universitas Islam Al-Azhar

UNIZAR NEWS, Lombok Barat – Budidaya buah-buahan kini menjadi pilihan bisnis yang menjanjikan, terutama bagi mereka yang memiliki lahan kosong. Salah satu contoh suksesnya adalah I Wayan Agus Suardana, S.P, alumni Fakultas Pertanian Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR), yang kini berhasil membudidayakan berbagai jenis buah seperti pepaya, klengkeng, jambu kristal, dan sirsak di lahan seluas 40 are di Dusun Tanah Embet, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Dalam wawancara dengan Staf Humas dan Publikasi UNIZAR melalui WhatsApp pada Kamis (27/03/25), Wayan mengungkapkan bahwa keputusannya untuk terjun ke dunia pertanian didasari oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah karena tanaman seperti pepaya, jambu kristal, dan sirsak tidak mengenal musim, sehingga dapat berbuah sepanjang tahun. Selain itu, budidaya buah-buahan ini tidak memerlukan perawatan yang terlalu intensif dan memiliki pasar yang luas, baik di pasar tradisional maupun di sektor perhotelan. “Saya juga ingin memanfaatkan lahan kosong di kebun kelapa agar tidak ditumbuhi rumput dan semak, serta karena perawatannya yang tidak rumit, usaha ini bisa saya jalankan sebagai pekerjaan sampingan sepulang kantor atau saat hari libur,” ujarnya

Wayan memulai usahanya dengan cara sederhana, yakni tumpangsari di kebun kelapa. Pada awalnya, ia hanya mencoba menanam beberapa jenis tanaman tanpa ekspektasi besar. Namun, melihat potensi yang ada, ia mulai mengembangkan budidayanya lebih serius. Tantangan awal yang dihadapinya adalah lahan yang dipenuhi semak belukar, yang membutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkan. Selain itu, di tahap awal belum tersedia sumur untuk pengairan, sehingga ia harus mencari solusi agar tanaman tetap tumbuh optimal.

Untuk memastikan hasil panen yang maksimal, Wayan menerapkan berbagai teknik dan inovasi dalam bercocok tanam. Setelah pembersihan lahan, ia mengolah tanah menggunakan traktor dan menambahkan pupuk organik kohe sapi serta menyemprotkan Pupuk Organik Cair (POC) buatan sendiri. Selain itu, ia juga melakukan penaburan dolomit untuk memperbaiki struktur tanah. “Saya menggunakan inovasi POC buatan sendiri, seperti POC dari buah busuk dan POC JAKABA (Jamur Keberuntungan Abadi, red). Pemupukan berimbang dan penyemprotan POC JAKABA rutin dilakukan dua kali sebulan setelah tanam,” jelas pria kelahiran 3 Agustus ini. Teknik ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesuburan tanah serta mempercepat pertumbuhan tanaman.

Lahan tempat budidaya berbagai jenis buah seperti pepaya, klengkeng, jambu kristal, dan sirsak milik I Wayan Suardana, S.P.

Dalam hal pemasaran, Wayan mengandalkan berbagai strategi untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial, seperti WhatsApp, untuk mempromosikan hasil panennya. Selain itu, ia juga menjalin kerja sama dengan hotel dan pengepul buah yang membutuhkan bahan untuk rujak. “Kebetulan lokasi lahan saya berada di pinggir jalan, sehingga banyak orang yang langsung datang untuk membeli,” tambahnya. Hal ini membuktikan bahwa strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan daya jual produk pertanian secara signifikan.

Sebagai alumni Fakultas Pertanian UNIZAR tahun 2023, Wayan mengakui bahwa ilmu yang diperolehnya selama kuliah sangat berperan dalam membangun usaha ini. Mulai dari budidaya tanaman, pengelolaan hama dan penyakit, teknik pemasaran hasil pertanian, hingga manajemen usaha tani, semuanya ia terapkan dalam praktik di lapangan. Selain itu, ia juga memanfaatkan berbagai informasi mengenai teknologi pertanian ramah lingkungan, seperti penggunaan sumber daya alam sekitar sebagai POC.

Untuk mahasiswa yang ingin terjun ke dunia agribisnis, Wayan memberikan beberapa pesan berharga: “Manfaatkan ilmu yang diperoleh di kampus dengan baik. Jangan takut untuk memulai usaha, nikmati prosesnya, dan perbanyak koneksi untuk pemasaran. Yang terpenting, lakukan inovasi agar usaha semakin berkembang. Jangan takut gagal, karena dalam usaha tani tidak ada kegagalan, yang ada hanyalah proses belajar.”

Kisah sukses I Wayan Agus Suardana menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi generasi muda yang ingin memanfaatkan peluang di sektor pertanian. Dengan semangat, inovasi, dan strategi yang tepat, lahan kosong yang dulunya tak terpakai kini menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Usahanya membuktikan bahwa sektor pertanian bukan hanya sekadar pekerjaan sampingan, tetapi juga bisa menjadi bisnis utama yang menguntungkan dengan manajemen yang baik. (Asmadi/Humas)