email : mail@unizar.ac.id

Kolaborasi Nasional: UNIZAR dan BRIN Gelar FGD dan Triangulasi Meeting Bahas Literasi dan Kepesertaan Jaminan Sosial Pekerja Informal pada UMKM Pariwisata

Suasana Focus Group Discussion (FGD) dan Triangulasi Meeting, di Ruang Rapat GA8 Rektorat UNIZAR, pada Jumat (5/12/25)

UNIZAR NEWS, Mataram Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset-riset strategis di bidang ekonomi kerakyatan. Pada Jumat (5/12/25), bertempat di Ruang Rapat GA8 Rektorat UNIZAR, digelar Focus Group Discussion (FGD) dan Triangulasi Meeting yang menghadirkan para akademisi, peneliti nasional, stakeholders pariwisata, hingga perwakilan UMKM dari berbagai kawasan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan riset kolaboratif antara Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan UNIZAR. Riset tersebut mengusung tema “Evaluasi Tingkat Literasi dan Kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Informal pada UMKM Sektor Pariwisata.”

Acara dibuka oleh Wakil Rektor III UNIZAR, Dr. Fathurrahman, SE., M.Ak, yang menegaskan bahwa kerja sama UNIZAR dan BRIN sudah berjalan intensif sejak tiga tahun terakhir.

“Ini adalah bentuk implementasi kerja sama antara UNIZAR dengan BRIN. Pada tahun ketiga ini, kami semakin memperkuat sinergi dalam riset-riset strategis,” ujar Dr. Fathurrahman.

Menurut beliau, riset ini bukan hanya sekadar agenda akademik, tetapi diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

“Kami berharap hasil riset ini tidak berhenti di jurnal atau artikel ilmiah. Yang paling penting adalah dampaknya bagi masyarakat, terutama UMKM. Karena itu kami mengundang para peserta hari ini untuk memberikan masukan yang konstruktif kepada tim peneliti,” tambahnya.

Turut hadir Wakil Rektor III UNIZAR, Dr. Fathurrahman, SE., M.Ak, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIZAR, Muhamad Sayuti, SE., MM., bersama jajaran pejabat kampus.

FGD ini menghadirkan Tim Peneliti dari BRIN: Irwanda Wisnu Wardhana, S.ST., M.P.P., Ph.D, Nur Khaririyatun, M.Mgt dan Juni Hestina, S.E., M.S. Serta tim peneliti dari UNIZAR: Dr. Triana Lidona Aprilani, S.T., M.Ak, Mimi Cahayani, SE., M.E dan Baiq Rizka Milania Ulfah, SE, MM.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan BRIN, Ir. Irwanda Wisnu Wardhana, S.ST., MPP., Ph.D, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh UNIZAR dalam pelaksanaan riset ini.

Baca juga: Kolaborasi Strategis: Dekan FEB Unizar dan Kepala PR KKEK BRIN Teken Perjanjian Kerja Sama untuk Kesejahteraan Nusa Tenggara Barat

Foto bersama seusai acara Focus Group Discussion (FGD) dan Triangulasi Meeting, di Loby Rektorat UNIZAR, pada Jumat (5/12/25)

Baca juga: Riset Kolaboratif BRIN dan UNIZAR Hadirkan Solusi untuk Kesejahteraan Pekerja Wisata

Ia menyoroti berbagai permasalahan mendasar terkait pekerja informal—yang mayoritas berada di sektor pariwisata dan UMKM.

“Permasalahan utama yang selalu muncul adalah pekerja yang bukan penerima upah di sektor formal. Banyak dari mereka bekerja dalam kondisi tidak stabil dan kesulitan membayar iuran jaminan sosial secara berkelanjutan,” jelas Irwanda.

Ia juga menekankan perlunya memperjelas definisi pekerja informal, terutama bagi mereka yang bekerja di perusahaan formal tetapi tidak diberikan kontrak kerja maupun jaminan sosial.

“Mereka bekerja di restoran berbadan hukum PT, tapi tanpa kontrak dan tanpa jaminan sosial. Secara indikator, mereka tetap tergolong pekerja informal dan rentan risiko,” tegasnya.

Temuan-temuan seperti inilah yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian serius dalam merumuskan kebijakan jaminan sosial yang lebih responsif.

Kegiatan ini dihadiri oleh pemangku kepentingan strategis, di antaranya: Kepala Administrator KEK Mandalika, Dr. Bambang Wicaksono, S.Sos., MM, Perwakilan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Para pelaku UMKM sektor pariwisata dan Para praktisi dan akademisi lain yang terkait dengan riset ini.

Para peserta aktif memberikan masukan dan pengalaman lapangan, sehingga memperkaya perspektif tim peneliti BRIN dan UNIZAR.

Melalui FGD ini, berbagai pemangku kepentingan sepakat bahwa penyusunan model perlindungan pekerja informal membutuhkan data lapangan yang kuat, pendekatan kolaboratif, dan keterlibatan multi-sektor.

Irwanda menegaskan:

“Model seperti ini tidak harus sama persis dengan daerah lain, tetapi prinsip kolaboratif, inklusif, dan berbasis data lapangan harus menjadi fondasi. Harapannya riset ini mampu menghasilkan rekomendasi solid untuk memperkuat jaminan sosial pekerja rentan.”

Ia juga menyampaikan bahwa dengan dinamika ketenagakerjaan yang semakin kompleks—mulai dari pekerja tradisional hingga pekerja digital—riset seperti ini sangat penting untuk memastikan kebijakan tetap adaptif terhadap perubahan zaman.

FGD ditutup dengan harapan bahwa hasil kajian dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan tata kelola ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja informal di sektor pariwisata, khususnya di Nusa Tenggara Barat.