UNIZAR NEWS, Mataram, 9 Desember 2025 — Prestasi membanggakan kembali datang dari Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR). Haekal Kurniawan, mahasiswa Semester III Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIZAR, berhasil meraih penghargaan The Best Presenter dalam ajang Wijayakusuma National Conference (WiNCo) Ke-6 Tahun 2025. Capaian ini sekaligus mengharumkan nama kampus hijau di Jalan Unizar No. 20, Mataram, yang menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa dari berbagai daerah.
Haekal, yang lahir di Ireng Lauq pada 17 Agustus 2006, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Hamdan dan Husnul Khotimah. Tinggal di Jl. Elmuna Ireng Lauq, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, ia membuktikan bahwa semangat belajar dan keberanian untuk tampil dapat membawa hasil yang luar biasa.
Kepada Staf Humas dan Publikasi UNIZAR, Haekal menceritakan bahwa keikutsertaannya di WiNCo Ke-6 bermula dari informasi yang ia dapatkan dari dosen pengampu Mata Kuliah Perekonomian Indonesia, Dr. Herie Saksono, M.Si.
“Setelah mendapat informasi tersebut, saya mulai menyiapkan data dan mencari judul yang menarik untuk diangkat,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa proses penyusunan karya ilmiah bukan hal yang mudah. Tantangan terbesar terletak pada pencarian dan pengolahan data agar relevan dengan topik dan layak disajikan dalam sebuah artikel ilmiah.
“Pada saat presentasi, saya sempat nervous, tetapi saya mencoba untuk tetap tenang. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar tanpa hambatan,” tambahnya.
Dalam konferensi nasional tersebut, Haekal mengangkat tema “Penumbuhan Literasi Berbasis Bukti untuk Keamanan dan Ketahanan Pangan Masyarakat di Nusa Tenggara Barat.”
Menurutnya, isu ini penting untuk diangkat karena NTB masih menghadapi tantangan rendahnya tingkat literasi masyarakat.
“Banyak masyarakat kesulitan mengakses dan memahami informasi karena rendahnya literasi. Padahal, literasi sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan,” jelas Haekal.
Keberanian mengangkat isu lokal dengan pendekatan ilmiah menjadi salah satu nilai tambah yang membuatnya tampil menonjol di hadapan para fasilitator dan juri dari berbagai daerah, termasuk dari Pulau Jawa.
Mengikuti WiNCo 2025 memberi Haekal pengalaman akademik yang sangat berharga. Ia merasa bangga dapat menyusun karya tulis ilmiah secara mandiri dan mempresentasikannya di forum nasional.
“Saya mendapat pengalaman luar biasa, terutama saat presentasi di depan fasilitator dari Pulau Jawa. Itu menjadi pelajaran berharga bagi saya,” ungkapnya.
Ke depan, Haekal berkomitmen untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan serupa. Ia menilai bahwa ajang-ajang ilmiah seperti WiNCo merupakan wadah pengembangan diri yang sangat penting bagi mahasiswa.
“Jika ada kegiatan atau ajang serupa, saya ingin ikut kembali. Ini kesempatan untuk belajar, baik dalam penyusunan maupun presentasi karya ilmiah,” ujarnya.
Haekal juga menyampaikan harapannya kepada UNIZAR dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk terus memberikan dukungan yang lebih kuat kepada mahasiswa yang ingin berkompetisi.
“Semoga universitas dan fakultas mendukung, baik secara finansial maupun sarana prasarana, karena dukungan tersebut sangat menentukan keberlangsungan keikutsertaan kami di ajang-ajang nasional,” tutupnya.
Prestasi Haekal menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIZAR memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan ini sekaligus menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani melangkah, memanfaatkan peluang, dan terus berkarya membawa nama baik almamater.