email : mail@unizar.ac.id

Maulana Rizky, Mahasiswa Unizar Berjaya dengan Medali Perak Taekwondo di POMNas XVIII

Maulana Rizky, mahasiswa Unizar, meraih medali perak dalam cabor taekwondo di ajang POMNas XVIII.

UNIZAR NEWS, Kalimantan Selatan – Maulana Rizky, atau biasa dipanggil Lana, lahir di Praya, 21 Mei 2003, merupakan mahasiswa semester pertama program studi Ilmu Hukum di Universitas Islam Al-Azhar (Unizar). Pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVIII yang berlangsung di Kalimantan Selatan, Lana berhasil menyabet medali perak dalam cabang olahraga taekwondo, pada Selasa (14/11).

Prestasi gemilang Lana bukanlah hasil dari kesempurnaan seketika. Sebelumnya, putra dari Ibu Baiq Leni Lestari dan Bapak Winarno ini telah mempersiapkan diri dengan keras, mengikuti event Pra-PON dan menjalani latihan yang panjang. 

“Banyak latihan yang saya pelajari, banyak kegagalan yang pernah saya dapat, tapi saya menjadikan semua kegagalan sebagai motivasi,” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara ini. Semua hal itu menjadi guru baginya, menjadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran berharga.

Menurut Lana, kunci dari kesuksesannya adalah kombinasi usaha dan doa. “Usaha tanpa doa itu sombong, doa tanpa usaha adalah sia-sia, but for all of it I will keep try…try…try!” tutur Lana. Semangatnya untuk terus mencoba dan berusaha menjadi pendorong utama dalam meraih prestasi.

Saat ditanya mengapa memilih Unizar sebagai tempat kuliah, Lana menyebut universitas ini cocok baginya karena memiliki waktu perkuliahan yang sesuai dengan kebutuhannya yang menginginkan kelas pada sore hari. Meskipun baru berada di semester pertama, Lana memiliki rencana yaitu menjadi versi yang lebih baik dari dirinya sebelumnya.

Maulana Rizky (kiri) saat meraih medali perak dalam cabor taekwondo di ajang POMNAS XVIII, pada Selasa (14/11)

Di balik prestasinya, Lana juga memiliki cerita menarik selama lomba. Salah satunya adalah bagaimana ia berhasil mendapatkan medali yang menjadi kebanggaannya. Lana juga menghadapi lawan tangguh dari DKI Jakarta yang menjadi salah satu tantangan beratnya dalam ajang lomba ini.

Lana ternyata memiliki cara tersendiri untuk mengatasi ketegangan selama pertandingan. Ia mencoba untuk menganggap suasana kejuaraan sama seperti saat latihan, hal ini membantunya untuk tetap tenang dan fokus pada pertandingan.

Ditanya tentang motto hidup, Lana menjawab, “Motto hidup saya adalah teruslah berkembang”. Terkait perkuliahannya di Fakultas Hukum (FH) Unizar, Lana memiliki mata kuliah favorit, yaitu Pendidikan Pancasila, dan dosen favoritnya adalah Pak Made Metu.

Prestasi gemilang Maulana Rizky menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa kesuksesan tidak datang dengan mudah. Dibalik medali peraknya, terdapat perjuangan, kesabaran, dan kerja keras yang membuahkan hasil. (Asmadi/Humas)