UNIZAR NEWS, Lombok Barat – Berwirausaha di bidang perikanan bukanlah hal yang mudah, tetapi Sahrul Hasyim, S.P., alumni Fakultas Pertanian Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) tahun 2022, berhasil membuktikan bahwa dengan kerja keras dan konsistensi, usaha budidaya ikan nila dan lele dapat berkembang pesat.
Pria kelahiran Repok Pancor, 2 November 2000 ini menetap di Dusun Repok Pancor, Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Dalam wawancara Staf Humas dan Publikasi UNIZAR melalui WhatsApp pada Rabu (19/03/25), Sahrul menceritakan perjalanan dan tantangan yang ia hadapi dalam menjalankan usaha budidaya perikanannya.
Sahrul mengungkapkan bahwa inspirasinya untuk terjun ke dunia budidaya ikan berasal dari orang tuanya serta bimbingan para dosen selama kuliah di UNIZAR. “Di daerah saya, budidaya ikan nila memang menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Selain itu, ilmu yang saya peroleh selama kuliah sangat membantu dalam memahami teknik budidaya yang baik,” ujarnya.
Dalam menjalankan usahanya, Sahrul mengakui bahwa modal awal menjadi tantangan terbesar, terutama untuk membeli bibit dan pakan ikan. Selain itu, faktor iklim juga berpengaruh besar. “Ketika hujan deras, air sungai menjadi keruh, yang menyebabkan ikan lebih rentan mati. Solusinya, kami mengurangi jumlah pakan untuk meminimalisir risiko kematian ikan,” jelasnya.
Sahrul merasa sangat bersyukur atas ilmu yang diperolehnya selama berkuliah di UNIZAR. “Saya belajar banyak tentang budidaya, baik perikanan maupun pertanian. Ilmu ini sangat berguna dalam mengelola usaha saya agar lebih efektif dan efisien,” katanya. Ia juga berterima kasih kepada para dosen yang telah membimbingnya selama masa perkuliahan.
Menurut Sahrul, ada beberapa hal yang menjadi kunci sukses dalam menjalankan usaha budidaya ikan nila. “Kita harus konsisten, memperhatikan kualitas air dan suhu, serta memberikan pakan yang seimbang dan teratur. Ikan nila sangat diminati di pasaran, sehingga peluang penjualannya sangat bagus,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa dan alumni UNIZAR yang ingin menekuni usaha di bidang perikanan, Sahrul memberikan saran agar memahami terlebih dahulu kondisi lingkungan sekitar. “Sebelum memulai budidaya, lihat dulu kondisi iklim di daerah masing-masing. Jika iklimnya hangat, ikan lele lebih cocok karena pertumbuhannya lebih cepat. Sedangkan ikan nila memerlukan suhu yang lebih stabil, tidak terlalu tinggi maupun rendah,” jelasnya.
Kesuksesan Sahrul dalam budidaya ikan nila dan lele menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mahasiswa dan alumni UNIZAR yang ingin terjun ke dunia perikanan. Dengan semangat, konsistensi, serta penerapan ilmu yang tepat, usaha perikanan dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. (Asmadi/Humas)