UNIZAR NEWS – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Desa Sambik Elen, Lombok Utara, mendapat dorongan baru melalui kolaborasi Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) dan Universitas Brawijaya (UB) dalam Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) 2025. Program ini berfokus pada optimalisasi hasil tangkap nelayan agar menjadi produk unggulan yang mampu menekan angka kemiskinan ekstrem, sekaligus menghadirkan transfer teknologi yang langsung dapat diterapkan di lapangan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kontribusi UNIZAR dalam memperkuat kapasitas masyarakat NTB. Tim pelaksana Unizar terdiri dari Arista Suci Andini, S.Si., M.Si. (ketua tim), Dhiafah Hera Darayani, S.T., M.T., dan Dr. Muhammad Ikhsan Kamil, S.H., M.Kn., bersama tim pendamping UB yang diketuai Prof. Dr. Ir. Hardoko, M.S. dengan anggota Prof. Dr. Ir. Gatut Bintoro, M.Sc.
Dari rilis yang diterima hari Senin (17/11/25), selama program berlangsung, tim melakukan pendampingan penggunaan alat tangkap berbasis teknologi seperti fish finder dan power station kepada kelompok nelayan Sopoq Angen. Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta penataan musim tangkap juga diberikan agar aktivitas melaut menjadi lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan. Pendekatan ini membantu nelayan meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keberlanjutan ekosistem laut setempat.
Sebagai kampus yang tumbuh bersama masyarakat NTB, menjadi mitra strategis dalam pengembangan daerah, UNIZAR juga memfokuskan pelatihan pada peningkatan nilai tambah hasil tangkap. Para pemuda di Karang Taruna Sambik Elen mendapatkan keterampilan mengolah ikan menjadi produk bernilai ekonomi seperti abon ikan, nugget, silase, tepung ikan, dan minyak ikan. Setelah tahap produksi, mereka dilatih teknik pengemasan serta strategi pemasaran digital melalui e-commerce agar mampu menembus pasar lebih luas.
Baca juga: Unizar Sukses Raih Hibah Kosabangsa untuk Pengembangan Agroindustri Berkelanjutan
Ketua Tim Pelaksana, Arista Suci Andini, menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Ia menekankan bahwa kemampuan memproduksi produk unggulan akan membuka peluang pendapatan baru bagi nelayan dan kelompok pemuda desa. Dengan dukungan UB, kolaborasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.
Dari sisi pendamping, Prof. Hardoko menilai bahwa Kosabangsa mencerminkan praktik nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi universitas dan masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan teknologi tepat guna mampu memperkuat ketahanan ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan nelayan dalam jangka panjang.
Program ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Kemendiktisaintek, membuka ruang bagi UNIZAR dan UB untuk mengimplementasikan riset dan inovasi secara langsung ke masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan Kosabangsa 2025, UNIZAR dan UB kembali menegaskan komitmen sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan berintegritas dan berdaya saing global, sekaligus menjadi motor perubahan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat Lombok Utara. Program ini diharapkan terus berkembang menjadi model pemberdayaan pesisir yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan bagi daerah-daerah lain di Indonesia.