email : mail@unizar.ac.id

UNIZAR Perkuat Peran Tridharma, Teken MoU dengan KP2MI/BP2MI untuk Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Para mitra saling menunjukan dokumen yang sudah ditandatangani oleh para pihak, di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Gedung KP2MI/BP2MI Lantai 1, Jakarta, pada Senin (15/12/25)

UNIZAR NEWS, Jakarta — Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda nasional, khususnya di bidang pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNIZAR dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI), yang berlangsung di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Gedung KP2MI/BP2MI Lantai 1, Senin (15/12/25) pukul 11.00 WIB.

Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi pelindungan pekerja migran Indonesia melalui pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

UNIZAR dalam kesempatan tersebut diwakili langsung oleh Rektor UNIZAR, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, didampingi Bagian Protokol, Humas, dan Publikasi Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni, Asmadi, SP., MP.

Acara ini turut dihadiri Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI Republik Indonesia, Mukhtarudin, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, Sekretaris Jenderal KP2MI, Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Tedi Bharata, serta para pejabat kementerian dan rektor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang turut menandatangani nota kesepahaman bersama.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menegaskan bahwa pekerja migran merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dan dipersiapkan secara matang. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan, terutama dari sisi teknis pelaksanaan program.

“Kita semua sepakat bahwa para pekerja migran merupakan aset bangsa yang perlu dilindungi serta dipersiapkan dengan baik. Harapannya, ketika mereka bekerja dan berkarya di luar negeri, mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman,” ujar Tedi Bharata.

Ia juga menambahkan, setelah kembali ke tanah air, pekerja migran diharapkan dapat hidup layak dan bahkan menjadi wirausahawan yang berkontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional. Banyak alumni pekerja migran yang berhasil menjadi pengusaha sukses berkat pengalaman dan dukungan pembiayaan dari perbankan dan lembaga terkait.

Foto bersama seusai rangkaian acara Penandatanganan Nota Kesepahaman, di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Gedung KP2MI/BP2MI Lantai 1, Jakarta, pada Senin (15/12/25)

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, menyoroti pentingnya pelindungan di ruang digital. Ia menyebutkan bahwa jarak dan keterbatasan informasi masih menjadi tantangan besar bagi pekerja migran dan keluarganya.

“Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia di ruang digital agar mereka tetap terhubung, tumbuh, dan terjaga,” jelasnya.

Menurut Meutya, konektivitas digital harus membawa makna dan manfaat nyata, baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan layanan publik. Namun, seiring dengan pertumbuhan tersebut, aspek keamanan digital juga harus diperkuat agar pekerja migran terhindar dari penipuan, eksploitasi, dan berbagai bentuk penyesatan informasi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI, Mukhtarudin, menegaskan bahwa pekerja migran bukan sekadar tenaga kerja, melainkan manusia bermartabat yang berjuang demi masa depan keluarganya.

“Pelindungan harus dimulai sejak pra-penempatan, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air, serta disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, vokasi, dan pelatihan,” tegas Mukhtarudin.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi pengawasan digital bersama Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memerangi iklan lowongan kerja ilegal yang kerap menjerat calon pekerja migran. Menurutnya, kehadiran negara mutlak diperlukan agar pekerja migran dapat bekerja dengan aman, terlindungi, dan sejahtera.

Penandatanganan MoU ini sekaligus menegaskan peran aktif UNIZAR sebagai perguruan tinggi yang konsisten memperluas jejaring kemitraan nasional, khususnya dengan pemerintah dan NGO. Capaian ini menjadi bukti prestasi UNIZAR dalam kategori kerja sama nasional, sekaligus kontribusi nyata kampus dalam mendukung pelindungan para pekerja migran sebagai pejuang keluarga dan pilar pembangunan bangsa.

Rainy Day