UNIZAR NEWS, Mataram — Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Kampus hijau yang berlokasi di Jalan Unizar No. 20, Kota Mataram ini berhasil meraih empat penghargaan (awards) dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Bali–Nusa Tenggara Barat Tahun 2025.
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UNIZAR, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, saat diwawancarai di sela kegiatan Rapat Kerja Tahunan UNIZAR Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Abdurrahim Universitas Islam Al-Azhar, Jumat (12/12/25).
Rektor UNIZAR menegaskan bahwa empat penghargaan yang diraih bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja keras kolektif seluruh sivitas akademika UNIZAR.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras yang selama ini dilakukan oleh teman-teman di kampus. Ini menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan mendapatkan timbal balik yang positif,” ujar Dr. Ansyar.
Ia juga menyoroti adanya peningkatan capaian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya UNIZAR hanya meraih dua hingga tiga penghargaan, pada tahun 2025 jumlah tersebut meningkat menjadi empat penghargaan.
“Alhamdulillah, tahun ini meningkat menjadi empat. Mudah-mudahan capaian ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus bekerja lebih baik ke depannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Ansyar menekankan bahwa capaian prestasi tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang dan kerja berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas institusi.
Dalam upaya meraih prestasi tersebut, UNIZAR secara konsisten menjalankan langkah-langkah strategis dengan mengarahkan seluruh aktivitas kampus pada kegiatan-kegiatan positif yang berdampak langsung terhadap peningkatan mutu perguruan tinggi.
“Semua kegiatan kita arahkan agar benar-benar berkontribusi pada peningkatan kualitas akademik, tata kelola, serta peran sosial kampus,” jelasnya.
Dari empat kategori penghargaan yang diterima, Rektor UNIZAR mengungkapkan bahwa penghargaan di bidang Kampus Berdampak (KOSABANGSA) menjadi salah satu yang paling menantang. Pasalnya, program tersebut menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan dampak nyata dan langsung bagi masyarakat.
“Program KOSABANGSA ini benar-benar menyentuh masyarakat. Sejalan dengan tagline Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi tentang kampus berdampak, kegiatan ini harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Ia berharap, capaian ini dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan mutu akademik, tata kelola, serta pelayanan pendidikan UNIZAR ke depan. Menurutnya, seluruh aktivitas kampus harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat, baik di Nusa Tenggara Barat maupun di tingkat nasional.
“Ujung dari semua yang kita lakukan adalah dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Menutup wawancara, Dr. Ansyar menyampaikan pesan kepada seluruh sivitas akademika UNIZAR agar terus menjaga konsistensi prestasi dan meningkatkan daya saing kampus.
“Kami akan terus bekerja sesuai dengan arah dan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, serta sejalan dengan visi dan tujuan Universitas Islam Al-Azhar,” pungkasnya.
Adapun empat penghargaan yang berhasil diraih UNIZAR dari LLDIKTI Wilayah VIII Tahun 2025, yakni: Awards Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Terbaik I, sebagai perguruan tinggi penerima pendanaan hibah KOSABANGSA terbanyak Tahun 2025, Awards Tata Usaha Terbaik I, dalam memfasilitasi sarana dan prasarana penunjang kegiatan Kementerian dan LLDIKTI Wilayah VIII di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Awards Pembelajaran dan Kemahasiswaan Terbaik II, sebagai perguruan tinggi dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) PTS terbaik di Wilayah Nusa Tenggara Barat Tahun 2025, Awards Kerja Sama Terbaik III, sebagai perguruan tinggi dengan kerja sama terbaik bersama LSM dan Pemerintah Tahun 2025.
Prestasi ini semakin menegaskan komitmen UNIZAR sebagai perguruan tinggi yang terus berbenah, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta dunia pendidikan tinggi di Indonesia.