email : mail@unizar.ac.id

Mataram, – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, menggandeng Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) mengubah pola konsumsi masyarakat. Tertuang dalam Nota Kesepahaman Tridharma Perguruan Tinggi, yang diteken Kamis 23 September 2021, berlangsung di Kantor DKP.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, H. Fathul Gani menyampaikan, sengaja menghadirkan semua Kepala Dinas Ketahanan Pangan se-Kabupaten/Kota supaya mereka mengetahui MoU yang diteken bersama UNIZAR ini bentuk bagaimana pemerintah melibatkan para akademisi merubah paradigma masyarakat bahwa beras/nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat.

“Sebelumnya, kami juga sudah MoU dengan Unram tentang teknologi pertanian. Ini kami lakukan karena Dinas Ketahanan Pangan hadir untuk masyarakat menuju NTB Gemilang,” ungkapnya.

Dikatakan Fathul Gani, keterlibatan Universitas dalam menjalankan program pemerintah sangatlah penting. Ketika ada program kaitan dengan menanam, dan pertanian maka jelas membutuhkan Fakultas Pertanian, didalamnya ada masukan dan pendampingan dari akademisi dan pelibatan mahasiswa.

“Kami juga membutuhkan mahasiswa. Kehadiran mahasiswa bisa membantu mengembangkan potensi sumber pangan lokal, ketika mereka melakukan Kuliah Kerja Nyata,” kata dia.

Menurut Fathul, MoU itu untuk mengembangkan potensi sumber pangan lokal, dan mengajak masyarakat agar mengubah pola pikir, bahwa beras/nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat, karena masih banyak sumber pangan lokal seperti umbian, sukun, jagung, sagu dan lainnya yang nilai gizinya setara dengan beras.

“Pola konsumsi menunjukkan bahwa beras atau nasi masih mendominasi porsi menu konsumsi masyarakat hingga 60 persen, idealnya maksimal 50 persen agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, aktif, dan produktif,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat bisa mengembangkan potensi sumber pangan lokal, khususnya peningkatan produksi bahan pangan dari sumber protein hewani, sayuran, dan buah.

Fathul mengingatkan bahwa untuk memenuhi kecukupan pangan dan gizi harus didukung dengan peningkatan produksi yang bersifat eksponensial atau tidak linier, dengan berbagai upaya seperti inovasi teknologi, intensifikasi, ekstensifikasi, pendampingan, dan akses pasar.

Sementara itu, Rektor UNIZAR, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP menyampaikan, langkah yang diambil DKP ini sangat tepat. Terlebih, program Kampus Merdeka, Belajar Merdeka, harus banyak mencari mitra supaya mahasiswa sebelum lulus di bangku perkuliahan sudah bisa bekerja.

“Kita butuh MoU, terlebih dalam perjanjian kerja sama tentang pemanfaatan pekarangan diversifikasi pangan. Banyak pangan kita tidak di manfaatkan,” ungkapnya.

Menurut Ansyar, Diversifikasi pangan ini harus digalakkan supaya masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja dan terdorong untuk juga mengonsumsi bahan pangan lainnya sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsinya.

“Kami siap membantu pemerintah daerah, khususnya Dinas Ketahanan Pangan untuk bersama kampanyekan, ubah pola pikir masyarakat agar memanfaatkan pekarangan menuju NTB Gemilang,” tutupnya (HMS)

Berita Terkait