email : mail@unizar.ac.id

Guru Besar dari Unissula Memberi Kuliah Umum kepada Seratus Mahasiswa Fakultas Teknik Unizar

UNIZAR NEWS, Mataram – Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) kehadiran Guru Besar dari Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, pada Senin (04/07), pukul 08.30 Wita. Bertempat di Gedung Teater Unizar, berlangsung kuliah umum tentang “Dampak dan Penanganan Banjir Rob di Low Land Area” yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Ir. Slamet Imam Wahyudi, DEA. Tidak kurang dari seratus (100) mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Unizar memadati ruangan gedung tersebut.

Hadir pula dalam pembukaan kuliah umum tersebut diantaranya, Wakil Rektor I Unizar: Dr. Drs. Sahar, SH., MM; Dekan FT Unizar: Luthfi, ST., MT; Wakil Dekan I FT Unizar: Ir. M. Arifuddin Fahmi, MT; Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Sipil Unizar: Jauhari Prasetiawan, M.Eng; Kepala Bagian Tata Usaha (KTU) FT Unizar: Syakirin, ST., MT, Wakil Dekan I FT Unissula: Dr. Abdul Rochim, ST., MT, serta segenap dosen FT Unizar dan FT Unissula.

Membuka sambutannya, Wakil Dekan I FT Unissula, Dr. Abdul Rochim, ST., MT, mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak Unizar yang sudah menerima tim dari Unissula dengan baik.

“Terimakasih kepada pihak dari Fakultas Teknik Unizar yang sudah menerima kami dengan sangat baik. Beberapa hari di sini, kami melihat Lombok sangat indah. Kuliah umum ini merupakan starting point dari kami atas tindak lanjut berkunjungnya Pak Rektor Unizar dan Pak Lutfi (Dekan FT Unizar, red) ke Unissula beberapa waktu lalu, ujar Dr. Abdul Rochim.

Beliau juga menambahkan bahwa di waktu mendatang, Unizar dan Unissula bisa berkolaborasi dalam rangkaian acara konferensi internasional.

“Insya Allah tahun depan Unissula akan mengadakan International Conference di Lombok. Oleh karenanya, kami berharap kepada Fakultas Teknik Unizar untuk bisa sama-sama merealisasikannya. Tahun ini juga akan diadakan International Short Course yang melibatkan kerja sama dengan Universitas mitra di dalam negeri dan perwakilan mahasiswa dari lima benua. Kami berharap pihak Unizar juga bisa menjadi narasumber dalam acara tersebut,” tambah Wakil Dekan I FT Unissula ini.

Dr. Drs. Sahar, SH., MM, selaku Wakil Rektor I Unizar, tidak lupa menyampaikan salam dari Rektor Unizar yang berhalangan hadir pada acara hari ini serta mewakili seluruh civitas akademika Unizar menyambut baik kehadiran tim dari Unissula.

Wakil Rektor I Unizar, Dr. Drs. Sahar, SH., MM, memberi sambutan pada acara kuliah umum FT Unizar

“Kami menyambut baik kedatangan Prof. Imam beserta rombongan dari Unissula ke Unizar. Semoga tidak jenuh datang ke Lombok. Saya juga menyampaikan salam dari Pak Rektor yang saat ini sedang ada di Bali untuk menghadiri acara pisah-sambut Kepala LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, red) Wilayah VIII. Kuliah umum ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sudah ditandatangani antara Rektor Unizar dengan Rektor Unissula serta Dekan Fakultas Teknik Unizar dengan Dekan Fakultas Teknik Unissula. Semoga kuliah ini bermanfaat bagi dosen, terlebih lagi bagi mahasiswa,” harap Dr. Sahar.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan pentingnya tindak lanjut kerja sama seperti kuliah umum ini untuk Akreditasi Perguruan Tinggi.

“Perguruan Tinggi di Indonesia Timur biasanya agak terbelakang. Oleh karenanya, perlu banyak mengadakan kerja sama dengan Perguruan Tinggi di Barat seperti sekarang ini. Bukan hanya kerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta di dalam negeri, tapi juga dengan perguruan tinggi luar negeri. Karena tanpa kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri, akreditasi tidak bisa meningkat, bahkan bisa turun. Akhir kata, saya berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk sungguh-sungguh memperhatikan kuliah umum ini karena narasumber kita datang jauh-jauh dari Semarang,” tutup Dr. Sahar.

Bertindak sebagai moderator dalam kuliah umum ini adalah Sugiharta, S.T., MT, dosen FT Unizar. Beliau memandu acara dengan memberi penjelasan secara singkat bahwa rob berasal dari bahasa Jawa yang artinya genangan air pesisir.

“Rob berasal dari bahasa Jawa yang artinya genangan air dari pesisir. Penyebabnya bisa karena pemanasan global dan pengaruh bulan purnama atau gravitasi bulan. Selain itu, secara teknis, bisa juga penyebabnya adalah eksploitasi air tanah berlebihan, sehingga kehilangan penyangga tanah, ditambah dengan beban bangunan di sepanjang pesisir, serta tradisi buang sampah masyarakat kita,” jelasnya.

Narasumber dan para peserta kuliah umum FT Unizar

Membuka kuliah umum ini, Prof. Dr. Ir. Slamet Imam Wahyudi, DEA, memaparkan beberapa pengamatannya tentang banjir di Lombok.

“Di Lombok, tepatnya di hilir Meninting, pernah terjadi banjir. Saya juga pernah ada kegiatan di Jangkok (sungai Jangkok, red), di sana pernah terjadi banjir. Lombok ini, di satu sisi wilayahnya terkena banjir, di sisi lain ada wilayah yang kekeringan. Sesuatu yang kontradiktif dan trend-nya makin lama makin bertambah,” ungkap alumni Universite de Nantes, Prancis, ini.

Prof. Imam juga memaparkan inspirasi yang didapat dari sistem jaringan sungai atau interkoneksi sungai yang ada di Lombok.

“Sistem jaringan sungai yang ada di Lombok bukan dibuat dalam rangka menangani banjir, tapi menangani kekeringan. Ini memberikan inspirasi kepada saya untuk mengatasi permasalahan kekeringan di Rembang, Jawa Tengah. Jadi, rechanneling ini (interkoneksi sungai, red) sudah diaplikasikan di Lombok. Sungai-sungai dikoneksikan satu sama lain, sehingga bisa saling membantu,” ungkap Ketua Program Studi Magister dan Doktor Teknik Sipil Unissula ini.

Berbasis spesialisasi keilmuan Teknik Pantai, Prof Imam menjelaskan dua cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi dan menghadapi banjir rob di low land area. Yang pertama adalah proteksi area. Yang kedua adalah adaptasi area. Area diproteksi dengan sistem polder. Sistem ini adalah suatu sistem terintegrasi yang terdiri dari tanggul laut, tanggul sungai, jaringan drainase, area storage, dan pompa. Semakin besar storage (area penampungan air, red), kinerja pompa akan semakin ringan. Terkait adaptasi area, beliau menjelaskan bahwa di Brebes terdapat pasar apung yang berada di lahan pasang surut.

Dekan FT Unizar, Luthfi, ST., MT (kiri), menyerahkan cinderamata kepada narasumber, Prof. Dr. Ir. Slamet Imam Wahyudi, DEA

Kuliah umum ini berlangsung dengan lancar dan kondusif hingga sekitar pukul 11.00 Wita. Pertanyaan bukan hanya datang dari mahasiswa, tetapi juga dosen, terutama terkait dengan fenomena abrasi yang terjadi di daerah Gili Meno dan Gili Air – Lombok. Para civitas akademika FT Unizar, khususnya mahasiswa FT, mendapatkan pemahaman yang luar biasa dari pemaparan yang disampaikan narasumber. Acara pun ditutup dengan penyerahan cinderamata. (Adi Prayuda/Humas)

Berita Terkait