email : mail@unizar.ac.id

UNIZAR Gelar Wisuda ke-74: Cetak Generasi Penerus Bangsa yang Berintegritas

Pimpinan dan Senat UNIZAR dalam Wisuda Ke-74 UNIZAR, Sabtu, 23 Desember 2023, di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono.

UNIZAR NEWS, Mataram – Sivitas akademika Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) kembali menggelar wisuda sarjana strata satu (S1) dengan meriah. Kali ini acara berlangsung di Gedung Teater Ahmad Firdaus Sukmono Unizar, pada hari Sabtu (23/12). Kehadiran jajaran senat rektorat beserta tamu undangan turut menyemarakkan acara wisuda yang ke-74 ini.

Wisuda dibuka oleh Ketua Senat Akademik UNIZAR, Dr. Drs. H. Sahar, SH., MM, menjadi saksi dari berbagai upaya UNIZAR dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berintegritas. Hadir juga dalam kesempatan yang berbahagia ini, diantaranya Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar beserta ibu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar, Anggota Dewan Pembina Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar, Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali dan NTB, dan Ketua Umum Asosiasi Diplomat Indonesia, serta beberapa tamu Konsultan Rumah Sakit Pendidikan, diantaranya Dr. drg. Fajar Wicaksono, M.Kes.; drg. Hesti Iswandari, M.Kes.; dr. Saskia Nassa Mokoginta Sukmono, Sp.M; serta Kolonel Ckm dr. Joko Waluyo yang turut didampingi oleh istri.
 
Acara wisuda kali ini dihadiri ratusan wisudawan/ti beserta orang tua masing-masing. Adapun para wisudawan/ti berasal dari 6 Fakultas, yakni Hukum, MIPA, Ekonomi dan Bisnis, Teknik, Pertanian, dan Kedokteran. Prestasi mereka dalam menyelesaikan pendidikan tinggi di UNIZAR adalah bukti nyata dedikasi dan kerja keras dalam menggapai cita-cita.
 
Dalam pidatonya, Rektor Unizar, Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, menekankan pentingnya memiliki keteguhan dalam ilmu dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam segala aspek kehidupan.
 
“Perjuangan kalian tidak berhenti sampai di titik ini. Masih banyak ‘badai’ yang perlu kalian lewati. Saya yakin kalian bisa melewati itu sebagai orang-orang yang teguh dalam ilmu, akhlak, dan juga takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Rektor
 
Dr. Ansyar juga menyampaikan bahwa UNIZAR telah mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam hal kerja sama dengan Pemerintah dan LSM di Jakarta. Kategori yang sama juga diberikan penghargaan oleh LLDikti Wilayah VIII Bali dan NTB.
 
Sebagai penutup, beliau berpesan kepada para wisudawan/ti, “Sekali lagi saya ucapkan selamat atas selesainya studi Saudara. Izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang telah menitipkan dan mempercayakan putra-putrinya kepada kami untuk menempuh pendidikan di UNIZAR. Saya harap Saudara dapat terus berkarya dan berpikiran maju, serta senantiasa memiliki semangat leadership, solidaritas, dan memberikan sumbangsih yang nyata bagi masyarakat. Jagalah nama baik almamater dengan bekerja dan berkarya sepenuh hati.
 
Dr. Ir. H. Nanang Samodra, KA., M.Sc., selaku Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar ke depan UNIZAR bisa meraih predikat Unggul.

Ibu Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar (dua dari kiri) dan Wakil Rektor III UNIZAR (dua dari kanan) berfoto bersama dengan para wisudawan/ti terbaik, pada Sabtu (23/12).

“Saya bangga dengan Rektor beserta segenap jajaran bahwa atas jerih payah selama ini telah mendapatkan berbagai penghargaan. Bapak Kepala LLDikti VIII, kami bercita-cita dalam periode 4 atau 5 tahun ke depan, salah satu prodi atau lebih bisa mendapat predikat Unggul. Saya melihat belum ada perguruan tinggi swasta yang Unggul di NTB, mudah-mudahan kami bisa masuk lebih awal. Kami sadar bahwa untuk mencapai Unggul tidak mudah, oleh karenanya harapan saya kepada seluruh sivitas akademika UNIZAR, untuk kita sama-sama bahu-membahu mengisi format-format atau komponen-komponen yang menjadikan IKU (Indikator Kinerja Utama, red) dan IKT (Indikator Kinerja Tambahan, red) bernilai tinggi,” harap Dr. Nanang.

Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali dan NTB tidak lupa mengucapkan selamat Hari Ibu kepada hadirin.

“Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak lupa saya ucapkan selamat hari Ibu, walaupun telah lewat satu hari. Karena berkat doa ibu kita bisa duduk bersama di hari yang berbahagia ini.”

Beliau juga mengungkapkan kebanggannya kepada seluruh sivitas akademika UNIZAR atas prestasi yang dicapai, baik skala regional maupun Nasional.

“Saya hadir langsung menyaksikan Anugerah Diktiristek 2023 di Jakarta, dan UNIZAR adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang langsung memperoleh penghargaan kerja sama di tingkat pusat. Tidak hanya sistem penjaminan mutu, tetapi kerja sama juga sangat paten ada di UNIZAR,” ungkap Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi.

Ketua Umum Asosiasi Diplomat Indonesia, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., turut memberikan orasi ilmiahnya.

“Sesungguhnya saya ingin bicara mengenai masa depan. Transformasi dari revolusi industri 3.0 ke 4.0 bukan hanya urutan sejarah, tetapi urutan logis. Jadi, kalau Anda langsung melompat dari 2.0 ke 4.0, logika Anda akan jungkir balik. Artinya, kita tidak bisa bicara revolusi industri 4.0, yang karakter utamanya adalah smart manufacturing dan smart industry, sebelum kita pastikan sudah berada di 3.0, yang karakter utamanya adalah industri yang digerakkan oleh komputer, sistem elektronik, sistem informasi, dan automatisasi.”

Dalam pemaparannya, Duta Besar Indonesia untuk Turki periode 2019-2023 itu, memberikan semangat kepada para wisudawan yang telah berhasil mencapai puncak pendidikan di strata satunya.

Sebagai orang yang berprofesi sebagai Diplomat, Dr. Iqbal memberikan gambaran mengenai situasi geopolitik saat ini.

Menurutnya, kehidupan dunia saat ini, selalu berporos pada adu kecepatan dan saling berlomba membuat terobosan baru.

“Sebagai mantan mahasiswa. Saya ngasih gambaran situasi dunia saat ini, dan apa yang harus kita persiapkan supaya kita menjadi bagian yang integral globalisasi,” katanya.

Indonesia, menurutnya, saat ini dapat disebut sebagai negara yang agak terbelakang. Hal itu disebabkan karena rasa percaya diri masyarakatnya yang kurang.

“Karena kita tidak punya kepercayaan diri. Betul bahwa kita sudah selesai dijajah Belanda, tetapi residu kerusakan mental yang ditinggalkan oleh 3,5 abad penjajahan itu membekas dan mendarah daging di kita, sehingga membuat kita bukan saja tidak percaya pada nilai budaya sendiri, bahkan kita ingin menjadi orang lain.”

Sebagai penutup, Dr. Iqbal mengucapkan, “Mari kita menjadi kreatif dan menularkan semangat yang sama ke sekitar. Sekali lagi, dari hati yang paling dalam, saya mendoakan, mudah-mudahan ilmu yang teman-teman pelajari menjadi ilmu yang berkah bagi masyarakat sekitar dan kita semua.”

Acara wisuda ke-74 Unizar ini telah meninggalkan jejak berarti dalam sejarah universitas dan masyarakat sekitar. Universitas Islam Al-Azhar memberikan pesan kuat tentang visi untuk menjadi Universitas terkemuka dan Unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berwawasan kepariwisataan yang profesional dan berintegritas berdasarkan nilai Islam Rahmatan Lil Alamin, serta menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya berkualitas akademik tetapi juga berbudi luhur.

Selamat untuk para wisudawan dan wisudawati Unizar ke-74, semoga keberhasilan dan semangat yang telah ditanamkan oleh universitas ini terus membimbing langkah-langkah kalian dalam mewarnai masa depan bangsa. (Asmadi/Humas)